kursus komputer

Sastra

Poligami dalam Sastra Klasik

IMG-20140126-WA0000 Judul                 : Merantau ke Deli Pengarang       : Prof. Hamka Penerbit           : Bulan Bintang 1997 Tebal                 : 194 Tahun Terbit  : 1941 Merantau ke Deli merupakan novel sastra klasik karya Prof. Hamka, atau biasa disapa Buya Hamka, yang diterbitkan pada tahun 1941. Meskipun karya ini sangat lama dan tergolong kuno, makna-makna kehidupan di dalamnya sangat mendalam dan masih relevan dengan keadaanmanusia saat ini yaitu bertindak sebelum berpikir, lihai dalam nafsu, serta lupa berbalas budi. Selain itu, diterbitkannya kembali karya besar ini untuk yang kesekian kalinya mengingatkan kita pada kebesaran figur Buya Hamka, seorang cendekiawan dan ulama besar pada masanya. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di bawah Lindungan Ka’bah juga merupakan karya fenomenal lainnya di samping Merantau Ke Deli. Novel ini bercerita tentang pengalaman Buya Hamka semasa di Pekan Bajalinggai, dekat Tebing Tinggi, Deli, Sumatera Timur. Pada zaman itu, perbudakan masih sangat jelas di hadapan Buya Hamka . Deli memang menjanjikan kesejahteraan bagi siapa pun mengingat pada masa itu Deli terkenal sangat terbuka sehingga orang-orang dengan latar berbeda berbondong-bondong ke sana mencari kesejahteraan. Namun, orang rantauan kerap kali ditipu oleh para mafia yang menjanjikan kesejahteraan dan kesenangan. Kaum adam menjadi kuli (budak) di sana, sedangkan kaum hawa yang parasnya agak rancak dijadikan istri mandor-mandor yang kedua, ketiga, bahkan ketujuh. Kisah ini Buya Hamka angkat dari perjalanan hidup Leman dan Poniem yang akhirnya bercerai karena kesalahan fatal Leman yang berpoligami. Buya Hamka dalam cerita ini hanya sebagai orang ketiga yang menyaksikan secara langsung kejadian demi kejadian. Pada suatu ketika, seorang perantau muda asal Minangkabau, Leman, berdagang di sana mencari peruntungan. Pada masa perantauan itu, ia bertemu dengan seorang “piaraan” mandor besar berdarah Jawa, Poniem. Di akhir pertemuan, Leman pun menyatakan keinginannya untuk mengajak Poniem ke Tuan Qadhi (penghulu pernikahan)untuk melangsungkan pernikahan dengan sumpah Demi Allah yang ia ucapkan. Lalu,dimulailah kehidupan mereka yang baru. Leman tanpa lelah mengayuh sepeda anginnya mencari peruntungan di tanah Deli. Setelah melewati berbagai kesulitan hidup, hadirlah kesenangan bagi mereka sebagai hasil jerih payah dan kesabaran. Perjuangan keras telah mengantar mereka pada kehidupan yang sangat bahagia yaitu banyak uang, sawah, dan rumah. Selanjutnya, novel ini juga mengisahkan kesalahan besar yang dilakukan oleh Leman setelah iamemutuskan berpoligami dengan wanita yang lebih muda, cantik, dan berdarah Minangkabau bernama Mariatun. Ia berpoligami karena nafsu, bertindak dahulu berpikir kemudian. Permasalahan utama poligami ialah tidak rukunnya kedua istri, sulitnya suami bersikap adil. Terlebih, Poniem tidak bisa hamil. Pada akhirnya, pertengkaran antara Poniem dan Mariatun terjadi dan berujung pada diceraikannya Poniem oleh Leman. KemudianPoniem pun pergi bersama Suyono, seorang Jawa yang lama menjadi kuli bagi Leman, ke Medan. Hingga pada akhirnya mereka menikah disana dan melanjutkan cita-cita. Adapun Leman sejak bercerai dengan Poniem sangat sengsara karena harta bendanya habis untuk menurutkan kehendak Mariatun dan adat sukunya. Di akhir cerita, Leman bertemu kembali dengan Poniem di Deli dan meminta maaf. Setelah itu, Leman memutuskan kembali ke tanah moyangnya, Sumatra Barat. Kisah yang penuh pelajaran dan petuah ini menunjukkan betapa jika seorang manusia lemah, ia akan lihai dalam nafsu, lupa berbalas budi, serta sesal belakangan. Merantau ke Deli ini sendiri merupakan karya yang dianggap Buya Hamka sebagai karya yang paling memuaskan hati di antara karyanya yang lain, karena apa yang ia dapati adalah apa yang ia lihat . Novel ini ditulis dengan gaya bahasa sastra klasik sehingga agak sulit untuk dipahami. Novel ini juga hadir dengan mengisahkan keadaan zaman duluyang faktanya tidak jauh berbedadengan keadaan sekarang. Merantau ke Deli ini direkomendasikan bagi para penggemar novel dan sastra.

[Ricky Karunia]

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN