kursus komputer

Advertorial

Pesta Demokrasi Usai, Rekrutmen Dimulai

Advertorial | Senin, 12 Desember 2016, 21:34:52

Pesta demokrasi untuk memilih ketua dan wakil ketua organisasi kelembagaan di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) telah berakhir. Saat ini, ketua dari tiap organisasi kelembagaan sedang mencari anggota baru untuk menyukseskan progam kerja satu tahun ke depan. Ada yang berbeda dalam sistem perekrutan yang diadakan tahun ini, yaitu diterapkannya perekrutan bersama atau yang dikenal dengan Open Recruitment Bersama (ORSA).

Apa itu ORSA?

ORSA merupakan fase dari rekrutmen bersama untuk memilih Menteri dan Staf Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sekretariat Jenderal Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), serta Kepala Bidang dan Staf Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang dilakukan dalam satu waktu. Sistem ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana organisasi kelembagaan membuka rekrutmen secara terpisah dalam waktu yang berbeda.

Dalam sistem rekrutmen tahun ini, registrasi awal seluruh calon anggota organisasi diletakkan pada  laman web yang sama. Namun, tiap organisasi kelembagaan tetap memiliki persyaratan teknis rekrutmen masing-masing. ORSA diibaratkan sebagai ‘pintu masuk’ untuk memilih organisasi kelembagaan yang diminati mahasiswa. Kali ini, mahasiswa hanya diperbolehkan memilih satu organisasi kelembagaan. Skema baru dalam rekrutmen ini diusulkan oleh Badan Legislatif Mahasiswa yang kemudian dirundingkan dalam pembahasan bersama ketua organisasi kelembagaan lainnya.

Apa keunggulan ORSA?

Sekilas, sistem ORSA yang mensyaratkan mahasiswa hanya memilih satu organisasi seakan mengurangi kesempatan mahasiswa. Mahasiswa yang gagal diterima di satu organisasi kelembagaan tidak lagi bisa mengikuti rekrutmen organisasi kelembagaan lainnya. Sebab, seluruh organisasi ini melakukan rekrutmen secara bersamaan. Namun, dibalik sisi negatif tersebut, terdapat beberapa sisi positif yang menjadikan sistem ORSA patut untuk dipertimbangkan. Salah satu keunggulan sistem ini ialah memacu mahasiswa untuk mengeluarkan usaha terbaik. Mahasiswa diharapkan dapat fokus pada satu organisasi dan tidak mengharapkan kesempatan kedua untuk mengikuti rekrutmen organisasi lainnya seperti pada sistem tahun-tahun sebelumnya.

ORSA juga men­dorong masing-masing ketua untuk mempromosikan organisasinya, seperti dengan menonjolkan apa manfaat yang didapat jika mengikuti organisasi tersebut. Selain itu, ORSA membantu agar bibit-bibit organisatoris yang unggul tidak hanya terkumpul pada salah satu organisasi.

“Semisal kalau oprec (Open Recruitment -red) itu nggak bareng, bibit unggul itu akan terjaring di organisasi yang melakukan oprec lebih awal. Kalau ada ORSA, oprec bareng, otomatis kesempatan tiap organisasi untuk bisa memperoleh bibit-bibit unggul itu sama,” ungkap Dwiki  Agung Pebrianda, Ketua Keluarga Himpunan Pajak (KMP) periode 2016/2017.

Antusiasme Mahasiswa PKN STAN

Mahasiswa PKN STAN memiliki peluang besar untuk mengikuti organisasi. Namun,  antusiasme mahasiswa PKN STAN dalam mengikuti organisasi masih rendah. Adanya stigma klasik bahwa mengikuti organisasi akan mengganggu kegiatan akademis membuat mahasiswa enggan untuk mengikuti organisasi. Hal itu sangat disayangkan Dwiki, karena organisasi melatih soft skill mahasiswa, seperti cara berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan bekerja dalam tim. Kemampuan seperti itu tidak diajarkan dalam perkuliahan, tetapi akan berguna dalam dunia kerja.

“Kami akan mencoba menghapus stigma itu. Skema ini juga akan diperbaiki lagi agar animo mahasiswa bisa lebih tinggi,” lanjut  Dwiki. ORSA sebagai pintu masuk organisasi kelembagaan diharapkan dapat menarik minat mahasiswa untuk melatih kapasistas individu mereka dalam berorganisasi. Dwiki menuturkan, organisasi kelembagaan akan mengeluarkan usaha terbaik mereka dalam penerapan sistem ORSA kali ini agar dapat menghidupkan antusiasme mahasiswa.

[Kontributor]

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN