kursus komputer

Advertorial

Peresmian Rapat Koordinasi BPPK Kemenkeu

Advertorial | Sabtu, 24 Desember 2016, 12:24:14

Peresmian Rapat Koordinasi BPPK Kemenkeu / Doc. Media Center

Transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuntut peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Mendorong usaha tersebut, sesuai arahan Menteri Keuangan, BPPK dikembangkan menjadi sebuah corporate university (corpu). Dalam rangka perwujudan BPPK sebagai corpu ini, dibuatlah suatu program yang dinamakan knowledge management. BPPK sebagai pelaksana knowledge management ini harus dapat mengumpulkan pengetahuan yang ada di Kemenkeu, mengelompokkannya sesuai dengan klasifikasi yang dapat dipublikasikan atau tidak, dan menggunakan pengetahuan-pengetahuan tersebut semaksimal mungkin. Sebagai langkah awal, pada Senin (19/12) bertempat di BPPK Purnawarman diadakan peresmian rapat koordinasi BPPK Kemenkeu oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Mengangkat tema “Menuju Organisasi Pembelajar  melalui Knowledge Management Kementerian Keuangan”, acara pembukaan ini akan berlanjut di BDK Magelang pada tanggal 19-22 Desember 2016 dengan agenda rapat koordinasi.

Untuk menyemarakkan acara, dihadirkan perwakilan mahasiswa dari PKN STAN, yakni Vocawardhana dan Sabdanusa. Acara dimulai dengan penyambutan Sri Mulyani oleh Kepala BPPK, Sumiyati. Sumiyati memaparkan sedikit mengenai roadmap knowledge management, tujuan dan tantangan corpu, milestones, serta hasil assessment corpu. Acara dilanjutkan dengan pidato Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani. Dalam pidatonya, Sri Mulyani menekankan agar jajaran BPPK menjadi orang-orang yang ambisius dan inspiring. Berkaca dari Worldbank, adalah sebuah lembaga yang staff dan anggarannya lebih sedikit dibandingkan dengan pegawai Kemenkeu di Indonesia. Padahal informasi dan riset yang mereka simpan banyak dan inilah poin pentingnya, organize. Para pejabat eselon IV ke atas, direktur, dan sebagainya tidak akan bisa menularkan pengetahuannya ke tiap unit sehingga BPPK diberi mandat sebagai penampung ilmu tersebut kemudian menyebarkannya ke tiap unit Kemenkeu. Jadi BPPK bertugas meng-capture knowledge, me-manage, sehingga terbentuklah knowledge management system. Hal ini penting adanya karena pendidikan dan pelatihan adalah inti dari organisasi. Pimpinan yang memandang pendidikan dan pelatihan sebelah mata akan menjadikan organisasinya dipandang sebelah mata pula. Pengetahuan sangatlah penting bagi masa depan Indonesa. Godfathers sekarang ini tidak akan pernah membuka jalan bagi Indonesia yang lebih baik jika tidak menanam pondasi pengetahuan mulai dari sekarang.

Setelah menyampaikan pidato sebagai bekal dan arahan BPPK dalam melaksanakan rapat koordinasi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen diklat BPPK Kemenkeu oleh jajaran direktorat jenderal dan eselon I. Dengan dibunyikannya sirine secara simbolik oleh Sri Mulyani, maka rapat koordinasi telah resmi untuk dilaksanakan pada 19-22 Desember 2016 mendatang.

“BPPK harus menjadi motor penggerak utama untuk menciptakan Kemenkeu yang penuh dengan pengetahuan, terus memproduksi knowledge, dan mampu menangkap, mengelola, menggunakan, dan diseminasi. Jadilah institusi yang memberi solusi!” –Sri Mulyani Indrawati.


[Annisa Dwi Aprilia]

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini
 
Lelandnam
2017-08-09 - 12:40:29
301 Moved Permanently [url=https://www.viagrapascherfr.com/]Click here...[/url]

Media Center STAN