kursus komputer

Wawancara

PASANGAN #2 PATUAN-EDY: Visi Kami, BEM Sebagai Wadah Pemersatu

Wawancara | Jumat, 30 Oktober 2015, 21:03:04

Patuan-Edy/Dok. MC

Apa yang mendorong Anda untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Raya 2015?

P: Saya dari kampus ini sejak D-3. Jadi, yang membesarkan saya selama ini adalah kampus (PKN-STAN). Saya berpikir, saya sudah begitu banyak mengikuti banyak kepanitiaan, organisasi, dan lain-lain, itu yang membentuk karakter saya hingga sekarang. Ketika  saya masuk D-4 (tahun lalu), pemira sudah lewat. Padahal, sejak awal saya sudah niat berkontribusi langsung. Nah, ketika (pemira) ini ada, saya berkontribusi secara aktif dan akan berkontribusi pada kampus dalam hal apapun terutama menjalin komunikasi yang aktif  dan silaturahmi antara mahasiswa ke mahasiswa dan mahasiswa ke alumni. Mempererat kekeluargaan yang erat.

 

E: Saya di sini dari tingkat satu, menjadi ketua FOKMA dan kemudian masuk BEM. Kemudian di tingkat tiga saya sudah menganalisia bagaimana sistem kampus. Dalam kebijakan dan teknis BEM sebelumnya, ada hal yang efektif dan ada yang kurang efektif. Jadi saya ingin membuat semuanya efektif dan efisien. Kita perlu merubah budaya ketidakefektifan dan ketidakefisienan di kampus ini. Contohnya, Senyum salam sapa. Jika mau lihat caranya, tunggu kami jadi Presma dan Wapresma.

 

Setelah mencalonkan diri, apa gebrakan baru dan berbeda yang Anda tawarkan?

P: Visi kami, BEM sebagai wadah pemersatu yang bekerja secara profesional dan aktif. Jadi, program kami yg pertama adalah merangkul mahasiswa untuk melakukan sebuah kegiatan rutin dalam bentuk pengabdian masyarakat. Kita kembangkan pendidikan yang sudah kita dapatkan (dari kampus) kepada masyarakat, bentuknya bisa berupa kelas mengajar, bakti sosial, dan lain-lain. BEM ingin menjadi fasilitator bagi seluruh mahasiswa untuk bisa melakukan pengabdian masyarakat secara bersama-sama.

Kedua adalah BEM berperan aktif dalam menjadi  fasilitator akademis dan kebutuhan sosial. Salah satu yang membuat (mahasiswa) apatis adalah karena keinginan untuk mencukupi kebutuhan akademis dan kehidupan sehari-hari, maka BEM akan mewadahi mahasiswa dalam hal akademis dan kebutuhan sosial mereka. Programnya, kami belum bisa muluk-muluk ya karena belum tahu struktrur anggaran, pendanaan, dan lain-lain. Yang bisa kami janjikan adalah kami ingin mengaktifkan dan menerapkan secara luas program semisal kakak asuh dan menyediakan jasa print dan fotokopi gratis untuk mahasiswa.

Ketiga, BEM merangkul semua HMS untuk melaksanakan program tentir atau pun belajar bersama untuk memfasilitasi kebutuhan akademis dan mempererat silaturahmi antarangkatan.  Kami yakin bisa mengimplementasikan semuanya hingga kembali lagi pada visi kami.

Aspiratif, kami punya dua program. Pertama, Online Communication disingkat Oncom, sebagai wadah untuk mahasiswa menyampaikan aspirasi ke BEM tanpa batas waktu dan secara online. STAN Berkobar, seperti sarapan bersama dengan menggandeng pedagang makanan sekitar kampus, kemudian kita buat forum akrab ria antara BEM dan mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa langsung menyampaikan aspirasinya, Kami ingin menghilangkan sekat-sekat antara BEM dan mahasiswa.

 

Mengingat jarak Purnawarman-Bintaro yang cukup jauh, apakah kondisi tersebut menjadi kendala bagi Anda sebagai Capresma?

P: Saya (tinggal) di Bintaro kok. Saya semester sembilan. Jarak bagi saya bukan masalah karena saya ada di Bintaro, saya juga kadang nongkrong di Kantin atau Posko STAPALA. Jadi bisa dimana pun dan mahasiswa bisa tahu saya sedang ada dimana jika ingin bertemu langsung

 

Apa rencana Anda terhadap pembentukan kabinet nanti dan bagaimana treatment Anda terhadap tim sukses?

P: Tidak bisa dibilang bahwa mereka itu adalah tim sukses, tetapi bisa dibilang kalau mereka adalah sukarelawan atau teman, kawan, sahabat yang merelakan waktu untuk mendukung atau menyokong saya. Menyebut mereka sebagai tim sukses akan terdengar negatif bagi saya. Mereka kawan sevisi dengan kami. Jika bicara tentang treatment-treatment di kursi kementerian atau apapun itu terdengar politik banget. Saya sudah bilang ke mereka jika saya tidak bisa menjanjikan apapun bagi mereka. Waktu saya bilang takut jika menjanjikan kepada mereka, mereka malah marah dan mereka tidak berpikir tentang hal seperti itu. Sempat hal seperti ini sudah dibicarakan sejak awal. Kita berdua berniat membuat BEM itu transparan dan profesional. Jadi semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk bergabung dan membantu kami untuk menjalankan visi kami. Teman-teman Sahabat Padi terbentuk karena satu visi “Membumi Melayani”, yang menginginkan profesionalisme dan tidak adanya kesenjangan. Pembentukan kabinetnya melalui Oprec terbuka karena kami menginginkan orang yang berkompeten dalam bidangnya dan satu visi dengan kami.

 

Sehubungan dengan transformasi besar-bbesaran yang terjadi di kampus ini, apa pandangan Anda terhadap KM STAN Nasional dan bagimana keberlanjutan BEM PKN STAN dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) jika Anda terpilih?

P: Ini pendapat pribadi ya, Kita ingin memperkuat lingkungan internal kita sendiri. Ada pengkotak-kotakan, kamu mayoritas-minoritas, isu-isu seperti itu harus dihilangkan. Mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan alumni. Ketika internal sudah kuat, kita sudah percaya diri bahwa kita bisa membawa segala ide, aspirasi ke pertemuan BEM seluruh Indonesia, kita punya bargaining power tentang itu.

 

E: BDK punya wewenang dan pemutusan kebijakan sendiri yaitu senat daerah dan sejajar dengan BEM dalam jalur koordinasi. Kita membuka lebar aspirasi dari BDK, kita menawarkan bantuan kepada mereka. Pun dari Organisasi Daerah (Organda) harus diperkuat sebagai delegasi kita dalam menjalin hubungan dengan BDK.

Untuk seluruh Indonesia, BEM STAN harusnya punya andil dalam bidang keuangan dan ekonomi. Kita punya delegasi dari mahasiswa yang aktif dalam kegiatan debat bahkan sampai Model United Nation (MUN). Semua bisa kita manfaatkan. STAN sebagai sekolah keuangan terbaik di Indonesia harus mengkoordinir isu Keuangan.

Yang saya sesalkan pula, PPN, setelah Fesbudnus hanya sebagai ikon. Kita punya delegasi yang kompeten terkait masalah Budaya di BEM SI.

 

Bagaimana bentuk koordinasi BEM ke depan, jika Anda terpilih, dengan lembaga?

P: BEM adalah penyambung lidah mahasiswa. Secara teknis banget, saya belum tahu, tapi BEM nantinya akan menjembatani kegiatan-kegiatan langsung aspirasi ke lembaga. Kita tidak hanya lamgusng dan mgomong doing tapi kita punya petisi, data dan fakta, survei apa yag efekyif menurut mahasiswa. Dan jika lembaga butuh klarifikasi, baru kita jelaskan. Kami ingin merangkul lembaga untuk aktif pada kegiatan mahasiswa.

 

E: BEM dan lembaga terdapat pembagian kewenangan yang jelas dalam kebijakan agar pelayanan ke mahasiswa bisa fast respond, contohnya jika mahasiswa ingin memasang spanduk.

 

Sebagai salah satu kandidat di Pemira ini, bagaimana cara Anda menangani apatisme mahasiswa?

P: Apatisme sendiri terjadi karena tiga hal, yaitu lingkungan, budaya, dan karakter sendiri. Karena mahasiswa sendiri sebagai agent of change sehingga harus mengaplikasikan ilmunya ke masyarakat sesuai salah satu poin Tri Dharma Peguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Jadi kami ingin ubah lingkungan (kampus) dengan menciptakan kegiatan yang sesuai kebutuhan mahasiswa dan bermanfaat. Kalau budaya sendiri sulit untuk diubah, mungkin dengan karakter yang dapat kami ubah dengan memberi kacamata baru dengan program leadership sehingga tahu mana yang lebih efektif. Program leadership juga dapat menanamkan sifat kepemimpinan tanpa mengubah karakter orang. Sehingga fokus kami dengan program ini adalah memberi kacamata baru atau pandangan baru tentang apa yang dilakukan sudah efektif atau belum tanpa mengubah karakter orang dimana karakter sendiri merupakan sifat dalam diri masing-masing orang. Jadi fokus kami adalah mengatasi apatisme dengan lingkungan dan karakter sendiri, sesuai attitude yang ingin kita ciptakan.

 

Apa yang akan Anda capai dalam rentang waktu 100 hari kepemimpinan jika Anda terpilih?

P: Belum memikirkan secara detail. Punya program STAN Berkobar yang akan dilakukan sebulan sekali atau dua bulan sekali, mahasiswa dapat menyampaikan keluhan atau saran atas kerja BEM selama satu bulan atau dua bulan.

 

E: Jadi, inginnya selama 100 hari, program yang dijalankan itu program aspiratif. Mungkin bukan 100 hari bahkan 30 hari setelah dilantik sebelum menyusun anggaran dan proker, kami mecocokkan program yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Contohnya, pengefektifan surat menyurat atau pelayanan cepat tanggap dari, oleh, dan untuk mahsiswa. Dimana kebutuhan mahasiswa itu bisa kami wadahi

 

Apa konsekuensi jika Proker tidak tercapai?

P: Masalah prioritas, orientasinya program penyebabnya. Bikin program bagus namun tidak ada tujuannya. Cara mengatasinya adalah bikin program yang sesuai dengan kebutuhan, seberapa pentingnya program itu, bagaimana program itu diterapkan.

 

E: Dinilai seberapa cocoknya program itu menggunakan logic model yang telah diterapkan Kemenkeu. Fungsi  logic model adalah menilai apakah program itu bermanfaat, berjalan, dan targetnya tercapai. Insyaallah tidak ada program yang tidak terlaksana maupun ngaret karena sesuai kebutuhan dan sampai ke sasaran mahasiswa sendiri. Program yang kita buat berdasarkan apa yang kita rasakan dan kira-kira apa yang mahasiswa butuhkan. Kami punya lima program dan terdapat dua list program kosong yang nantinya kita ambil dari kotak aspirasi mahasiswa yang telah disebar, yang ingin kami lihat adalah prioritas. Yang paling tinggi frekuensinya akan kita ambil. Ketika sudah dapat, akan ada list dan skala prioritas, dan kita meminta feedback dari mahasiswa melalui menteri dalam kabinet.

 

Terakhir, pasangan nomor dua siap menang dan siap kalah?

P: Kesiapannya 100% dan optimis terpilih sebagai presma dan wapresma, karena itu merupakan niat baik, dan niat baik akan diteruskan ke yang berhasil. Bagi yang kalah, sejak awal dianggap teman, bukan musuh, sehingga akan mengajak mereka untuk ikut dan berpartisipasi dalam kabinet walaupun tidak ditunjuk secara langsung.

 

E: Juga merangkul dan mengambil program yang bagus dari pasangan lain serta mengajaknya untuk membantu mewujudkannya. Siap mendukung bagi siapapun yang menang, dan ikut berpartisipasi, juga menyumbangkan aspirasi kami termasuk ikut dalam kabinet melalui perekrutan jika dianggap berkompeten.

 

[A. Fauzi/Diana E.]

 

 

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN