kursus komputer

Wawancara

Mahasiswa STAN dan PP No. 14 Tahun 2010

Wawancara | , 12 September 2011,

Untuk mengetahui tanggapan mahasiswa STAN tentang Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2010, kami mengajukan pertanyaan "Bagaimana tanggapan Anda mengenai PP No. 14 tahun 2010? Anda setuju apa tidak?" kepada beberapa mahasiswa STAN tingkat I, II dan III. Kebanyakan dari mahasiswa tidak menyetujui PP tersebut. Mereka memberi tanggapan dari berbagai cara pandang yang berbeda-beda. Inilah beberapa tanggapan dari mahasiswa STAN tentang PP14. Lamia Firdaus, 1A Kebendaharaan Negara

"Saya tidak setuju, karena PP itu tidak berpihak pada nasib orang kecil yang berotak encer tapi tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan kuliah."

Puri T., 2D Akuntansi Pemerintahan

"Saya sendiri tidak setuju dengan Undang-Undang tersebut, karena kasihan sama anak-anak yang pintar tetapi tidak punya cukup dana untuk melanjutkan pendidikan. Pemerintah seharusnya bisa lebih berpikir panjang dan bijak dalam hal pendidikan."

Fitriana M., 1A PPLN

"Wah, saya sangat tidak setuju, karena PP tersebut tidak memihak kepada pelajar berkompeten yang kemampuan finansial orang tuanya di bawah rata-rata."

Arman Efendi, 1A Kebendaharaan Negara

"Saya sih kurang setuju dengan PP tersebut. Kalau itu benar-benar terealisasi, maka kasihan teman-teman yang finansialnya menengah ke bawah dan pintar. Soalnya selama ini kan STAN sangat membantu, mahasiswa bisa kuliah tetapi tidak perlu membayar uang semester, cukup life cost saja yang menjadi beban. Kalau sampai PP tersebut benar-benar dimasukkan ke dalam tubuh STAN, maka itu akan menambah beban mahasiswa, anak STAN harus memikirkan biaya kuliah. Selain itu, orang tua akan jadi pusing juga mencari uang, mana uang itu susah dicari di zaman sekarang ini. Udah enak begini, kok mesti diubah lagi dengan adanya PP tersebut."

Indah Permata Putri, 1C Pajak

"Intinya kalau Pendidikan Kedinasan dihapuskan, saya sangat tidak setuju."

Alfiah Kusumaningrum, 3A Kebendaharaan Negara

"Saya tidak setuju, karena PP ini akan menghalangi siswa yang kurang mampu finansialnya untuk melanjutkan kuliah. PTK adalah salah satu alternatif pendidikan untuk mereka yang bermotivasi tinggi untuk kuliah. Akan tetapi, katanya STAN tidak perlu khawatir karena kita BLU. Saya kurang paham tentang yang BLU ini."

Juliana Septufani, 1R Akuntansi Pemerintahan

"Kemarin kami sudah membahas tentang PP itu bersama dosen di kelas. Saya 100% tidak setuju. Kapan lagi anak-anak bangsa bersaing untuk mendapatkan kuliah gratis plus jaminan kerja."

Farisa Novianti, 3B Kebendaharaan Negara

"Karena posisi saya adalah mahasiswi PTK, saya prihatin dan tidak setuju. Negara ini butuh lulusan-lulusan PTK untuk menjalankan urusan-urusan yang tidak disediakan oleh PTN. STAN, misalnya memberi kesempatan bagi lulusan-lulusan SMA untuk kuliah gratis. Berdasarkan sumber dari senior yang bekerja di Sekre, status kita yang BLU adalah kelebihan bagi STAN. Dan ini masih diperjuangkan supaya eksistensinya tidak terancam."

Nanda, 3B Akuntansi Pemerintahan

"Sebenarnya tidak masalah, kalau benar-benar ada effort dari Depdiknas untuk menciptakan pendidikan yang jauh lebih murah dan berkualitas layaknya PTK yang memang dibawah besutan Departemen lain. Semoga hal tersebut bukan sekadar mimpi belaka. Karena kita sama-sama tahu, hingga detik ini faktanya adalah sekolah negeri ataupun PTN umumnya belum bisa dibilang murah. Tapi, kita coba untuk menghilangkan prasangka yang tidak-tidak tentang motivasi terbitnya peraturan ini. Yang jelas ini pelajaran berharga untuk kita, supaya kita tidak asal dukung terhadap suatu UU tanpa paham detail klausul-klausulnya. Karena bisa jadi imbasnya pada hal yang tidak kita inginkan. Misal saja, peraturan ini ketika dikatakan sebagai tindak lanjut UU Sisdiknas, ternyata berimbas pada penghapusan PTK. Semoga apapun itu, kebaikan selalu bersama kita."

Desmita, 2A PPLN

"Selama bukan kita yang mengalaminya, saya setuju-setuju saja. Mungkin PP itu bermaksud untuk mengurangi defisit Anggaran APBN dimana nilai waktu dan uang juga menjadi pertimbangannya."

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN