kursus komputer

Sastra

CERBUNG: Saat Air Mata Bicara

khoirun-naim.blogspot.com

” Hai, kalian ngapain sih?”

” Ha..eh...nggak apa-apa kok,” sahut gadis berambut pendek. ”Cuma lagi kepikiran aja sama Pak Kardi tadi.”

” Eh, kalian tahu nggak? Tadi Pak Kardi meneteskan air mata lho!”

” Hah, yang benar?!” sahut dua gadis yang duduk di bangku depan bersamaan.

” Benar! Aku lihat sendiri tadi, saat beliau tengah mengusap air matanya. Bukan kali ini aja Pak Kardi menangis di kelas kita. Kasihan, ya Pak Kardi. Tidak ada yang mendengarkan saat beliau menerangkan di kelas. Kalau aku perhatikan, hanya kalian sama ketua kelas yang mendengarkan materi darinya. Selebihnya, ya justru sibuk sendiri.”

Dua gadis yang duduk di bangku depan kembali melanjutkan perenungan mereka. Air mata. Ya, Pak Kardi sampai bisa mengeluarkan butir-butir kesedihannya. Patut di hargai sikap guru mereka ini. Beliau tidak menggunakan amarah untuk menghadapi bocah bandel seperti mereka. Jika semua temannya tadi bisa melihat air mata yang jatuh ke pipi Pak Kardi, suasana kelas pasti langsung hening. Sehingga pembelajaran yang sepatutnya terjadi di kelas itu bisa berjalan dengan baik.

 

Dua hari kemudian....

” Hari ini Pak Kardi tidak bisa masuk. Jadi kalian diberi tugas,” kata Guru Piket di depan kelas. Pengumuman yang dibawa guru ini disambut teriakan kegembiraan oleh murid-murid.

” Pak Kardi memang sedang ke mana, Bu?” tanya si Ketua Kelas.

Guru itu tidak langsung menjawab pertanyaan yang diberikan untuknya. Ekspresi wajahnya sedih, sambil menatap murid-murid yang menunggu jawabannya, dia mulai berkata, ”Pak Kardi tadi kecelakaan. Sekarang beliau di rumah sakit. Tolong kalian jangan ramai sendiri. Kerjakan tugas yang diberikan, dan doakan juga untuk kesembuhan beliau.” Guru itu lalu keluar kelas.

-bersambung-

 

[Aprilia Abriani]

 

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN