kursus komputer

News

Butuh Legalitas, PKN STAN Diresmikan

News | Senin, 09 November 2015, 23:21:50

STAN Transformation Day/Dok. Panitia Starday

Senin (09-11-2015) bertempat di Gedung Student Center (SC), STAN menapaki jalan transformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN. Bertajuk Enlighten Indonesia, STAN Transformation Day (Starday) menjadi titik awal perjalanan baru bagi PKN STAN dalam memberikan kontribusi yang lebih berarti untuk menerangi Indonesia. Starday merupakan momentum transformasi kelembagaan STAN, seiring dengan proses tranformasi yang sedang berlangsung di Kementerian Keuangan.              

 

Antusiasme para mahasiswa ditunjukkan dengan antrian mengular di gedung SC sejak pukul 06.00 WIB. Tribun dipenuhi oleh peserta, baik yang mendaftar online maupun on the spot, sedangkan lantai bawah diisi oleh tamu undangan.

Acara ini mundur dari rundown yang direncanakan, karena menunggu kehadiran Menteri Keuangan. Pukul 09.00 WIB acara resmi dibuka ketika Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, memasuki ruangan SC. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua hadirin, lalu pembacaan doa oleh Agung Budilaksono, widyaiswara Pudiklat Bea dan Cukai.

Melalui sambutannya, Sumiyati selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) mengaku bahwa proses transformasi kelembagaan STAN menjadi PKN STAN sudah lama digaungkan. BPPK telah melakukan studi banding ke berbagai universitas,  sekolah tinggi, politeknik, serta mendapat asistensi dari Kemenristek Dikti dan KemenPAN RI.

“Bukan hal mudah untuk mengubah suatu identitas STAN yang telah memiliki reputasi nasional untuk menjadi suatu identitas yang  baru,  terlebih bukan hanya pada nomenklatur, namun proses bisnis, tata  pamong, dan sistem pengelola kampus,” ujar Sumiyati.

Sumiyati juga menjelaskan, dalam PMK Nomor 137/PMK.01/2015, pada tanggal 15 Juli 2015 STAN resmi berubah menjadi PKN STAN. Perubahan ini memberikan dampak mendasar pada orientasi dan tata kerja STAN. Awalnya, kampus ini hanya menyelenggarakan program studi hingga D-4, kini dapat menyelenggarakan program studi hingga S-3 terapan.

Organ PKN STAN pun harus disesuaikan dengan kehidupan kampus pada umumumnya. BPPK juga akan mengelola STAN melalui pendekatan corporate university. Dengan pendekatan corporate university, maka dibutuhkan semua resources Kementerian Keuangan dan mitra BPPK di Kementerian/Lembaga terkait bidang keuangan negara.

Dalam sambutannya pula, Menteri Keuangan, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, turut mengungkapkan, “Analoginya, ketika STAN sudah menjadi STAN seperti sekarang, maka ketika kita mengembangkan S-2, S-2 yang kita kembangkan adalah S-2 yang seperti magsi (atau) magister akuntansi karena itu adalah akuntansi tapi tidak bicara filosofi, tidak bicara konsep teori, tapi kita bicara mengenai penerapan atau pengembangan dari penerapan akuntansi itu sendiri.”

Ia menegaskan sekali lagi, “Dengan PKN STAN, kita akan mengembangkan S-2 dan insya allah S-2 ini akan (kita) kembangkan segera. Tidak harus menunggu sampai dua atau tiga tahun. Kalau bisa sekarang, kenapa tidak? Dan itu sudah menjadi komitmen saya!”

Ketika ditanya menengenai kendala yang dialami untuk meyelenggarakan acara ini, Febrianto Suryo Yudhistiro selaku koordinator pelaksana menuturkan, “Kami sudah merencanakan skenarionya. Kendalanya, misal Pak Menteri (Keuangan) belum datang, dan itu salah satu yang tidak bisa kita kendalikan. Kita harus menunggu beliau (karena) momen ini harus dihadiri oleh Menteri Keuangan. Persiapan mulai dari H-2 minggu sebelum masuk kuliah. Harapannya PKN STAN semoga bisa menjadi lebih baik. Legalitas sudah terdaftar di Kemenristek Dikti, jadi standar pelayanan pendidikan (dan) kualitas mahasiswa (dapat) semakin meningkat. Kemudahan akan akses pendidikan ke jenjang berikutnya (pun) dipermudah.”

Chairul Denyl Setiawan selaku Kepala Subbidang Pengembangan Pendidikan Ajun Akuntan berharap agar perubahan STAN menjadi PKN STAN bukan hanya sekadar perubahan nama. Ia mengharapkan perubahan kultur akademik, manajemen pegelolaan kampus, keterlibatan mahasiswa, dan kebersamaan antara pengelola dengan mahasiswa.

Tanggapan lain terkait transformasi ini juga datang dari Parulian Sihotang, Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas, “Oke, tidak masalah. Saya oke, tidak ada masalah, hanya saja tadi teman-teman bilang kenapa lambangnya diganti, kan yang lama masih bagus. Kenapa lagunya diganti, kan lagunya yang dulu ‘Sekolah Tinggi Akuntansi Negara…”’(menyanyi) itu masih oke sebenarnya. Jadi, what is the name? apalah arti sebuah nama.”

Dengan berubahnya STAN menjadi PKN STAN, mahasiswa sadar bahwa akan terjadi perubahan dalam sistem pendidikan. Seperti yang diungkapkan oleh Revina Nanda Suryani, “Lalu mengenai STAN belum memiliki dosen tetap, saya setuju dengan pernyataan Menkeu pada acara Starday bahwa akan merekrut dosen dan dijadikan pengajar tetap. Banyak yang bilang sudah jadi PKN STAN, jadi bisa pakai baju bebas. Namun saya lebih suka mahasiswa berpakaian seragam yang selama ini kita kenakan untuk menghindari kesenjangan dan menumpuknya cucian.”

 

[Alan K./S. Rachmawati]

 

 

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN