kursus komputer

Kemenkeu

Bincang Karier ala Kemenkeu

Masih dalam rangkaian STAN Expo 2012, Career Day diselenggarakan pada Sabtu (24/3) di Gedung G STAN. Career Day merupakan seminar yang membahas tentang hal-hal seputar dunia kerja di lingkungan Kementerian Keuangan dan juga berbagai isu mengenai penempatan lulusan STAN.

Seminar pertama yang bertema �Sharing Karir dan Attitude Dunia Kerja� menghadirkan Irwanda Wisnu Wardhana sebagai pembicara. Dalam kesempatan ini, Irwanda yang bekerja sebagai pegawai di Badan Kebijakan Fiskal memaparkan pandangannya mengenai dunia kerja yang akan dihadapi lulusan STAN di Kemenkeu. Menurut Irwanda, setidaknya ada lima hal yang harus disukai lulusan STAN agar dapat bekerja dengan baik di Kemenkeu, yakni belajar, tantangan, diskusi, menulis, dan bekerja. �Kegemaran diskusi dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang dan menerima pandangan orang lain dengan lebih baik. Di dunia kerja, kebanyakan anak STAN kurang di bagian ini,� papar irwanda. Mengenai kesempatan lulusan STAN dalam mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah, Irwanda berpendapat kesempatan tersebut terbuka sangat lebar. �Anak STAN itu punya potensi, sembilan puluh persen dari penerima beasiswa Kemenkeu adalah anak STAN. Jangan mau jadi pegawai yang biasa-biasa saja yang kadang kerjaannya pun enggak dilihat,� tuturnya. Saat ditanyai mengenai PMK 215 yang sempat menjadi isu panas di kalangan mahasiswa STAN, Irwanda berpesan, �Lawan dengan kualitas mental prima. Tak ada yang bisa membunuh mimpi kita kecuali kita sendiri.� Sementara itu, seminar kedua membahas tentang penempatan dan jenjang karier yang dapat dirintis oleh lulusan STAN. Terkait tema yang dibahas, muncul banyak pertanyaan dari peserta seputar psikotes yang harus dijalani lulusan STAN. Juni Hastoto, Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, menjadi pembicara pada sesi ini. Menurut Juni, psikotes dilaksanakan bukan untuk seleksi, melainkan untuk menentukan layak atau tidaknya seorang lulusan STAN untuk bekerja di Kemenkeu. Seandainya hasil tes menunjukkan ketidakcocokan bekerja di Kemenkeu, lulusan tersebut akan ditempatkan di instansi selain Kemenkeu. Sementara itu, faktor yang memengaruhi penempatan adalah formasi pegawai Kemenkeu. Formasi ini diberikan setiap tahunnya oleh Menkeu ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara. Bila ternyata Men-PAN tidak menyetujui formasi yang diajukan Menkeu, ada kemungkinan tidak semua lulusan STAN bekerja di Kemenkeu. Ditemui terpisah usai acara, Juni menjelaskan bahwa Kemenkeu sudah benar-benar mengusahakan agar formasi pegawai yang diajukan dapat diterima oleh Menpan. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kriteria yang menyebutkan bahwa lulusan dengan indeks prestasi bagus pasti ditempatkan di Setjen atau di wilayah Jakarta. �Yang IP-nya bagus akan disebar di (unit) Eselon I seluruh Indonesia,� tuturnya. Pada acara garapan Departemen PPSDM BEM STAN ini terdapat pula stan-stan instansi di bawah Kemenkeu yang memberikan presentasi mengenai dunia kerja di instansi yang bersangkutan. Instansi-instansi tersebut adalah Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Jenderal Anggaran, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

[Tyas TMWSR]

 

Nama:
Email:
Komentar:
   
Catatan : Gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Kirim Komentar Anda

berikut ini adalah kumpulan komentar dari artikel ini

Media Center STAN