STAN Fest 2010 : Mendulang Kesuksesan Standar

Oleh: admin
February 26, 2010

STAN Annual Festival (STANFest) 2010 menjadi sebuah kultur selebrasi Dies Natalis STAN. Rangkaian acara berlangsung 31 Januari hingga 21 Februari 2010 kemarin. STANFest. kali ini mendatangkan acara baru dan menghimpun apresiasi dari keluarga mahasiswa STAN. Bagaimana dengan item-item yang berulang pada tahun ini?

Festival baru bertema Kebudayaan Jepang, Animaku No Hibi, mengawali STANFest.2010. Penyelenggaraan perdana festival ini meraih banyak tepuk tangan sebagian besar pengunjung. Formatnya yang tidak biasa, diacungi jempol oleh sebagian mahasiswa STAN. Masih sesama festival, Heritage & Organda Expo (HOE), bernasib terbalik dengan Animaku No Hibi. Festival yang mengangkat budaya daerah ini lebih sepi dibandingkan tahun kemarin. Variasi dalam pengulangan format HOE kali ini nampaknya kurang menghasilkan antusiasme.

Agenda STANFest. yang juga mendapat sorotan adalah National Accounting Challenge 2010. Dani Sugiri, Koordinator Pelaksana NAC 2010 menerangkan, terdapat 147 tim partisipan dari enam provinsi, lebih banyak dari NAC 2008 yang ‘hanya’ diikuti oleh 120 tim. STAN sendiri berhasil menempati posisi pemenang pertama dan pemenang kedua, diwakili tim STAN 5 dan tim STAN 6. Sementara posisi ketiga diraih oleh tim Universitas Semarang 1. Rangkaian kegiatan bertema akuntansi ini juga menghadirkan Amin Sunaryadi (Mantan Wakil Ketua KPK, alumni STAN) dan Khairiansyah Salman (pembongkar fraud KPU).

Selain Animaku No Hibi, acara baru dalam pagelaran STANFest.2010 ini adalah STAN Islamic Festival. Kegiatan yang sering disingkat sebagai SIF ini berhasil mendatangkan Adhyaksa Dault (Mantan Menpora) dan penulis Salim A. Fillah. STANFest.2010 juga mempersembahkan Challenge yang berformat seminar politik. Acara ini antara lain dihadiri presenter Tina Talisa dan seniman seklaigus pengamat politik Adhie M. Masardi. Selain itu, KOPMA juga mengadakan seminar entrepeneurship bertajuk NICE yang mengundang penulis Ipho Santoso dan Hendy Setyono, pemilik usaha kebab Baba Rafi.

Puncak rangkaian STANFest.2010 dirayakan dengan STAN Charity Night. Acara yang menghadirkan Efek Rumah Kaca dan Rifka and D’Crackers ini berlangsung sampai sekitar pukul 23.50 WIB. Sesuai namanya, acara ini berkonsep amal. Dana yang dikeluarkan dalam satu malam itu mencapai angka belasan juta rupiah.

Tidak dapat dipungkiri, STANFest.2010 kali ini berhasil membawa beberapa figur dan konsep baru melalui variasi ragam acara. Namun, lagi-lagi tingkat partisipasi mahasiswa membuat tanya: ada apa dengan antusiasme mahasiswa STAN?

[Fauziyyah Arimi]

Category: Liputan Khusus, Mahasiswa | RSS 2.0 | Give a Comment | trackback

No Comments

Leave a Reply